20 September 2017

author photo
Menteri Ketenagakerjaan HM Hanif Dhakiri menyambut tawaran kerja sama dari Sekretariat Nasional Perlindungan Anak (Seknas PA) untuk bersama-sama mewujudkan percepatan Program Indonesia Bebas Pekerja Anak 2022.
"Masalah pekerja anak bukanlah masalah yang sederhana, akan tetapi masalah yang kompleks dan lintas sektoral sehingga menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menangani dan menyelesaikan masalah pekerja anak," kata Menteri Ketenagakerjaan HM Hanif Dhakiri, belum lama ini.

Seknas PA adalah organisasi yang terbentuk pada Agustus 2017 dan beranggotakan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di seluruh Indonesia. Dalam pertemuan itu, Seknas PA diwakili oleh Samsul Ridwan (LPA Jawa Tengah), Veronika Ata (LPA NTT), Aulia Suaibah (LPA Kepulauan Bangka Belitung) dan Fadiah Mahmud (LPA Sulawesi Selatan).

Hanif mengatakan seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran dan terlibat secara aktif untuk mengeluarkan anak dari dunia kerja dan memberikan perlindungan bagi hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai harkat dan martabatnya.

"Beri kesempatan kepada mereka untuk kembali ke dunia anak-anak dan menikmati kebutuhannya yaitu bermain, bersekolah dan istirahat secara cukup," kata Hanif.

Sementara itu, Samsul Ridwan mengatakan Seknas PA menawarkan diri untuk terlibat aktif dalam mendukung Program Pengurangan Pekerja Anak Keluarga Harapan (PPA-PKH) dari pemerintah.

"Kami ingin berkontribusi dalam rangka mewujudkan percepatan program Indonesia Bebas Pekerja Anak 2022. Pemerintah tentu tidak bisa sendirian. Untuk itu perlu ada kontribusi masyarakat untuk menyukseskan program penghapusan pekerja anak," katanya.

Samsul mengatakan bahwa berdasarkan data Organisasi Buruh Internasional (ILO) di Indonesia ada satu juta lebih pekerja anak yang harus ditarik dari dunia kerja dan dikembalikan ke sekolah.

"Jika beban ini hanya dipikul oleh pemerintah tentu berat. Oleh karena itu harus ada sinergi dengan masyarakat untuk mewujudkan peta jalan Indonesia Bebas Pekerja Anak pada 2022," tandasnya.
sumber: http://www.dpp.pkb.or.id

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
This Is The Oldest Page

Advertisement