9 Februari 2018

author photo
Samarinda-Terasbangsa.com-Beberapa pengurus paguyuban warga ngapak dari Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan musyawarah pembentukan paguyuban komunitas warga ngapak tingkat provinsi pada Minggu (30/7) kemarin. Kegiatan dilaksanankan di gedung PGRI yang beralamt di jl. Harva Samarinda ini diikuti oleh 6 paguyuban, yakni Bergalang Bontang, Pagarmas Bontang, Bergalang Balikpapan, Pangaban Balikpapan, Kebumen, dan Ngapak Kutai Karta Negara (Kukar).

Menurut panitia, musyawarah dilakukan dengan mengangkat tema “merekatkan persaudaraan, merawat kebhinekaan” dengan harapan agar persaudaraan antar warga ngapak semakin solid dan mampu memberikan sumbangsih dalam membangun bangsa, khususnya menjaga keutuhan NKRI dan tetap satu dalam perbedaan. “saya harapkan dalam kegiatan ini, kita semua warga ngapak yang ada di Kalimantan Timur meningkatkan tali silaturahmi dan kita semua bersama-sama bisa memberikan sumbangsih nyata untuk membangun bangsa, khususnya untuk Kaltim, ujar Giyat saat menyampaikan laporan panitia.

Kegiatan tersebut diawali dengan pembukaan, perkenalan dan tanggapan tentang dibentuknya organisasi warga ngapak tingkat provinsi, dan musyawarah. Dalam perkenalan dan tanggapan dari enam paguyuban yang hadir, menyambut positif dan mendukung penuh dengan dibentuknya organisasi tersebut. “saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh dengan ide ini, dengan adanya organisasi atau paguyuban, atau apa namanya nanti, yang jelas kami berharap ini nantinya bisa menjadi wadah yang baik untuk meningkatkan tali silaturahmi dan kegiatan-kegiatan positif lainnya, ujar Tursino, Ketua paguyuban Ngapak Kukar. Hal senada juga disampaikan oleh lima paguyuban lainnya saat momen perkenalan dan memberikan tanggapan.

Setelah selesai perkenalan dan penyampaian tanggapan, kemudian dilanjutkan musyawarah untuk membahas nama dan bentuk logo organisasi, serta pemilihan Ketua umum organisasi. Dalam musyawarah tersebut disepakati satu nama organisasi yaitu Ikatan Komunitas Ngapak (IKN) Provinsi Kalimantan Timur. Setelah ditetapkan nama, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan bentuk logo. Ada yang menarik dalam usulan logo tersebut, pasalnya dari para peserta mengusulkan bentuk logo yang mengandung makna ciri khas ngapak, identitas Kaltim dan mencerminkan lima sila dari pancasila.

Setelah penetapan bentuk logo, kemudian dilanjutkan pada tahap akhir musyawarah yakni pemilihan Ketua umum. Dalam musyawarah tersebut yang dipimpin oleh Syarkono, muncul beberapa nama yang dicalonkan untuk menjadi Ketua Umum, diantaranya nama Masduki dari Bontang, Hilal dari Samarinda, dan Giyat Santoso dari Kutai Timur. Setelah melalui musyawarah selama sekira dua jam, akhirnya peserta musyawarah menyepakati dan memilih Giyat Santoso yang akrab dipanggil Giyat terpilih sebagai Ketua Umum secara musyawarah mufakat. “Berdasarkan kesepakatan bersama dalam musyawarah mufakat ini dan memperhatikan hasil musyawarah, menetapkan, memutuskan saudara Giyat Santoso menjadi Ketua Umum Ikatan Komunitas Ngapak (IKN) Provinsi Kalimantan Timur periode 2017/2022, ujar Syarkono membacakan keputusan musyawarah.***mchtr

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement