24 April 2018

author photo
Hari kartini diperingati setiap tahunnya sebagai hari kelahiran Raden Ajeng Kartini, tepatnya pada tanggal 21 April 1879. Kartini merupakan tokoh pahlawan Nasional Indonesia, sosok yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan.

Peringatan hari kartini belakangan ini hanya terkesan menunjukkan acara-acara seremonial belaka yang menjadi budaya patriarki (menggunakan baju kebaya, lomba make up, dan yang berhubungan dengan feminisme). Hal tersebut menjadi hambatan ketika perempuan ingin melakukan gerakan, dan menjadi beban domestik untuk masuk ke ruang publik.

Seiring berjalannya waktu kebiasaan tersebut dianggap lumrah, namun harus kita ingat dan sadari bahwa keiuhan tersebut jangan sampai menutupi esensi perjuangan Kartini dalam memperjuangkan persamaan hak bagi kaum perempuan. Bahwa perempuan sejatinya memiliki hak yang sama dengan laki-laki, yang membedakan hanyalah fisik dan kodratnya sebagai perempuan. Untuk itu, momen peringatan Hari Kartini dan semangatnya hendaknya diaktualisasikan dengan bagaimana perempuan bisa keluar dari kungkungan untuk menciptakan hal yang lebih baik ke depannya. Bukan hanya sekedar emansipasi, tetapi bagaimana perempuan bisa membuat perubahan, di tingkat paling kecil menuju perubahan sosial yang lebih besar.

Sebagai aktivis perempuan yang perlu diresapi adalah semangat perjuangannya, misalnya, Kartini mengekspresikan pikirannya melalui tulisan, mengungkapkan gagasan untuk perjuangan yang berpengaruh besar bagi bangsa ini.

Dunia aktivis sudah bukan ranah laki-laki saja tetapi perempuan juga dapat berkecimpung di dalamnya. Memeng tantangan seorang aktivis di era milenial ini sangatlah besar, diantaranya harus melawan hedonisme dan apatisme yang telah mengakar, namun fakta yang ada janganlah menjadi penghalang khususnya bagi kaum perempuan untuk turut andil dalam mengontrol dan mengawasi kebiajakan pemerintah agar betul-betul berpihak pada rakyat. Melalui momen peringatan hari Kartini ini hendaknya menjadi titik balik bagi perempuan kaum milenial untuk mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangnnya, salah satunya adalah perempuan tidak lagi alergi dengan dunia organisasi dan aktivis, perempuan harus bangkit dan turut andil dalam mengisi kemerdekaan Indonesia, perempuan harus hadir dan mengungkapkan gagasan-gagasannya untuk membangun bangsa. Bangsa ini tidak akan mampu berdiri tegak tanpa adanya peran kaum perempuan, untuk itu penulis mengajak khususnya kaum perempuan, mari siapkan diri kita untuk menjadi Kartini-Kartini selanjutnya, bebeaskan diri kita dari kungkungan domestik dan jadilah kaum perempuan yang mempunyai jiawa aktivis dan peka terhadap persoalan persoalan bangsa seperti halnya Raden Ajeng Kartini. Selamat Hari Kartini!!!

Penulis : Fitri Zulaiha, (Ketua KOPRI PMII KUTAI TIMUR)

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement