25 April 2018

author photo
Sumber: solidaritas.net
Terasbangsa.com-Pada peringatan hari buruh internasional di Sangatta yang jatuh pada Selasa, 1 Mei mendatang, para buruh yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) akan menggelar aksi konvoi dan hearing dengan pimpinan DPRD Kutim pada Rabu (2/5/2018) mendatang.

Dikutip dari suarakutim.com, menurut M Zumar, salah satu pengurus PPMI Kutim mengatakan massa yang akan ikut dalam konvoi dan hearing sebanyak 500 orang. Menurutnya, hal yang dilakukan ingin hearing terkait nasib buruh. “Jumlah itu kami peroleh dari konfirmasi ke sejumlah PPA”, ucap M. Zumar.

Tidak hanya PPMI, Pegawai Tenaaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Pemkab Kutim juga turut dalam aksi tersebut.

Menurut Mursalim, Ketua Forum TK2D Kutim, TK2D yang akan ikut dalam konvoi dan hearing dengan DPRD mencapai ratusan orang. “Ada ratusan TK2D yang akan ikut dalam peringatan hari buruh yang digelar PPMI, karenanya pada Selasa digelar Rakor dengan PPMI Kutim sedangkan pemantapan materi yang akan disampaikan akan dibahas dalam pertemuan pengurus Forum TK2D,”tuturnya

Lebih jauh, Mursalim mengatakan persoalan yang akan disampaikan ke DPRD terkait status TK2D serta persoalan gaji yang hanya dianggarkan hanya 6 bulan pada tahun 2018, sementara 6 bulan berikutnya belum ada kepastian.

“TK2D itu ada yang sudah berkeluarga, tinggal ngekos sementara gaji di bawah UMK,” terang Mursalim

Untuk diketahui, dikabarkan sebelumnya, gaji PNS dan TK2D aman untuk 6 bulan. Seperti dilansir samarinda.prokal.co, menurut Irawansyah gaji untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Kutim dipastikan aman untuk enam bulan ke depan. Gaji tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditransfer ke kas daerah. DAU juga sebagian besar dipakai untuk membayar insentif perangkat desa dan ketua RT se-Kutim.

“Tapi saya pastikan gaji PNS dan TK2D Kutim hingga enam bulan kedepan tetap aman dan pasti terbayarkan. Karena dalam waktu dekat akan kembali masuk dana transferan, baik dari pemerintah pusat maupun dari Pemprov Kaltim, yang akan digunakan untuk menutupi kekurangan anggaran yang sudah terpakai tersebut,” jelas Irawansyah.

Sumber: samarinda.prokal.co dan suarakutim.com







This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement