7 April 2018

author photo
Terasbangsa.com-Peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sangatta Kutai Timur di Desa Sepaso Timur mengadakan seminar tentang Parenting dan peresmian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bangsa
Desa Sepaso Timur pada Selasa (3/4) bertempat di Balai Pertemuan Umum Desa Sepaso Timur.

Acara yang dimulai pada pukul 08.00 wita tersebut dihadiri oleh Camat Bengalon, Kepala UPT Pendidikan Bengalon, Kepala Desa Sepaso Timur, guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini, para ketua RT, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum beserta peserta KKL dari Desa lain.

Seminar dengan tema “Metode pengembangan kegiatan anak usia dini” tersebut diawali dengan pembukaan, sambutan-sambutan, materi seminar, kemudian dilanjutkan dengan peresmian PAUD.

Menurut Ketua Panitia, tema parenting diambil sangat relefan dengan pengembangan karakter anak sekaligus pas dengan momen peresmian PAUD. “Kami berharap acaranya bisa sukses, banyak undangan yang datang dan mengambil ilmu dari seminar untuk diterapkan dalam kehidupan, kata Yanti.
Baca juga: Peserta KKL Desa Sepaso Timur Ajak Masyarakat Seminar Parenting

Camat Bengalon dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan tersebut karena menurutnya mendidik anak dengan benar, tahu metodenya maka akan melahirkan generasi yang baik dan berkualitas. “saya rasa ini adalah wawasan yang baru dan menarik, khususnya bagi masyarakat tentang bagaimana mendidik anak dan menembangkan karakter/potensinya ke depan”, ucap Ahmad.

Selesai sambutan kemudian dilanjutkan dengan seminar yang diisi oleh Norjannah, yang juga menjabat sebagai Ketua PAUD Kutim. Dalam penyampaiannya, mendidik anak khususnya TK ke bawah jangan diajarkan dengan hal-hal yang terstruktur seperti harus membaca, menulis dan lainnya karena kalau besar kelak bisa membosankan. Tambahnya, kalau anak-anak bermain yang kotor-kotor atau ikut-ikutan kerjaan Ibunya jangan dilarang.

“Intinya Bapak Ibu sekalian, dalam mendidik anak itu biarkan anak berkreatifitas, mau main yang kotor atau ikut-ikutan ngerjain sesuatu yang positif biarkan saja, itu merupakan kreatifitas anak, dan anak jangan diajarkan hal-hal yang terstruktur seperti harus diajari membaca atau menulis, karena hal ini bisa membosankan, biarkan anak bermain dengan kesenangannya sendiri, tuturnya.
Baca juga: Pendidikan Karakter Sebagai Landasan Gerak Revolusi Mental  

Selesai seminar, kemudian dilanjutkan dengan peresmian PAUD oleh Camat Bengalon didampingi Kepala UPT Pendidikan Bengalon dan Bunda PAUD Kutim serta Kepala Desa. Untuk diketahui, PAUD tersebut baru saja terbentuk beberapa minggu sebelum peresmian, yang dibentuk oleh Kepala Desa beserta peserta KKL dengan dibantu Ibu Norjannah, Bunda PAUD Kutim.***mtr

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement