9 Mei 2018

author photo
Terasbangsa.com-Komunitas Kita Sahabat dan Komunitas Warga Ngapak Kutai Timur (Kutim) mengadakan pelatihan wira usaha pada Minggu (29/4/2018). Kegiatan yang dikemas dalam tajuk membangun ekonomi kerakyatan melalui inovasi olahan pangan, diikuti oleh sekitar 20 orang berasal dari Sangatta Utara, Rantau Pulung dan Bengalon.

Dalam kegiatan yang bertempat di Warung Mendoan Sutarso, Jalan Pendidikan ini diisi dengan kegiatan pelatihan berbagai varian makanan dan minuman dari tanaman tradisional. Jenis varian makanan yang dibuat antara lain manisan jahe, manisan nanas, manisan lombok, manisan tomat, sari jahe dan wedang sinom.

Menurut Mukhtar selaku koordinator Komunitas Kita Sahabat, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk membekali dan memberikan wawasan kepada masyarakat Kutai Timur tentang inovasi olahan pangan yang menyehatkan.

“Dengan pelatihan membuat berbagai varian manisan dan minuman ini, kami berharap bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menikmati hasil kebun dalam berbagai varian yang menyehatkan. Hal ini nantinya sekaligus menjadi solusi alternatif dalam membangun ekonomi kerakyatan dari bawah, kata mantan Presiden BEM STAIS.

Lebih jauh menurut laki-laki yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PMII Kutim, Komunitas Kita Sahabat dan Komunitas Warga Ngapak Kutim akan terus menebar virus virus inovasi olahan pangan tradisional yang menarik dan bernilai ekonomi tinggi. “Nanti kita akan mengadakan pelatihan ke masyarakat, sekolah dan komunitas lainnya dengan jenis varian makanan yang lebih banyak lagi, ucap Mukhtar.

Sementara itu, Parwito selaku instruktur yang tergabung dalam Komunitas Ngapak Kutim berharap masyarakat Kutim harus berani memulai untuk hal baru dan memasyarakatkan olahan dari tanaman tradisional yang mulai ditinggalkan. Menurutnya, salah satu yang ditinggalkan adalah wedang sinom yang sangat menyehatkan.

“Menu yang akan kami sajikan kelihatannya nampak tradisional tapi sangat menyehatkan. Selain itu bernilai ekonomi tinggi jika dikembangkan dengan baik, untuk itu kita harus berani mencoba hal baru, kata Wito sapaan akrabnya.

Dengan adanya pelatihan wira usaha, Sukarti salah satu peserta dari Bengalon merasa senang karena menurutnya, pelatihan semacam ini jarang dan kalaupun ada bayar mahal. Selain itu dirinya berharap bisa mempraktekannya di rumah kemudian menularkan ke masyarakat lainnya.

“Jujur saya cukup senang Mas karena ini kan langka seperti buat manisan cabe dan tomat serta wedang sinom yang tadi saya cicipi rasanya enak sekali, apa lagi pelatihan ini tidak dipungut biaya”, tutur Ibu dua orang anak ini.***mcr



This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement