12 Agustus 2018

author photo
Mukhtar
Oleh Mukhtar: Ketua Garda Bangsa Kutai Timur

Teka teki siapa petarung pasangan Capres-Cawapres baik kubu Jokowi maupun Prabowo kini terjawab sudah. Rasa penasaran dan harapan yang ditunggu-tunggu masyarakat siapa calon pemimpin Indonesia periode 2019-2024 mendatang telah terjawab. Tidak hanya jawaban atas siapa pasangan Capres-Cawapresnya yang ideal, melainkan hal tersebut juga sekaligus menjawab bagaimana masa depan bangsa selama 5 tahun mendatang.

Begitu panjang dan terjal lika-liku yang dipertontonkan kepada masyarakat tentang “gesekan” para elite politik untuk memperebutkan RI 1 dan R1 2. Saling kritik, saling serang, adu gagasan, bahkan ujaran kebencian pun menjadi bumbu menuju pertarungan dalam pemilu 2019. Tidak ayal hal itu membuat masyarakat turut terseret dalam “drama” politik dan saling serang di media sosial yang berdampak pada suburnya persebaran hoaks di tanah air.

Kita semua mungkin masih ingat dalam jejak jejak digital, begitu masifnya informasi-informasi berbau kebencian dan menyudutkan salah satu kelompok/golongan. Dalam jejak digital pula masih tersimpan rapi bagaimana drama para elite mempertunjukkan awalnya kawan menjadi lawan dan sebaliknya. Namun yang aneh, masyarakat turut berbondong-bondong “menjadi budak” politik dengan memproduksi dan menyebarkan hoaks di beberapa media sosial, lantas apa yang masyarakat dapatkan?

Mari hal itu kita renungkan bersama, bagaimana dampak dari “jual beli hoaks” yang selama ini masif , apa yang masyarakat atau bangsa ini dapatkan, jawabannya menurut penulis hanyalah kebencian dan perpecahan.

Hal yang positif jika masyarakat turut bersama-sama mengkritisi persoalan bangsa, mengeluarkan ide dan gagasan demi kemajuan bangsa, namun hal itu akan menjadi baik dan indah jika disampaikan dengan mengedepankan rasa se-bangsa dan se-tanah air tanpa menyerang kepribadian tiap kelompok maupun golongan.

Mari kita sikapi perbedaan dengan rasa kebangsaan, kita sikapi perbedaan dengan pertarungan gagasan tanpa saling serang yang berdampak pada perpecahan, kubur dalam-dalam kebencian dan perpecahan yang sempat terjadi akhir-akhir ini. Semoga dengan terjawabnya teka-teki siapa pasangan Capres-Cawapres pada pemilu 2019 mendatang melalui dekalrasi dari masing-masing pasangan pada 09 Agustus 2018 menjadi titik balik untuk bersama-sama memikirkan bahwa yang paling utama dari semua itu adalah terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang addil, makmur, dan sejahtera.

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement