17 Agustus 2018

author photo
 

Pendiri portal Prokutim, sarana jual beli online khusus wilayah Kutim Mukhtar, yang juga saat ini menjadi Calon Legislativ Dapil 1 nomor urut lima dari Partai PKB, menyinggung makna kemerdekaan Indonesia.

Hal itu disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam diskusi panel yang diadakan oleh BEM STAI Sangatta pada Kamis (16/8/2018) bertempat di Aula STAI Sangatta Kutim, Jl Soekarnao Hatta.

Ia menuturkan kemerdekaan yang dulu diproklamirkan oleh Soekarno merupakan kemerdekaan dari penjajahan fisik dan mental. Mukhtar sapaannya juga mencontohkan dalam islam seperti saat nabi Musa memerdekakan kaumnya dari Fir'aun.

"Jika melihat alinea kedua dalam pembukaan UUD,  tersurat kalimat mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur, maka konteks merdeka hari ini belum sepenuhnya", ucap Mantan Ketua Umum PMII Cabang  Kutim tahun 2012.

Baca juga: Deklarasi Capres-Cawapres Jadikan Titik Balik Persatuan Bangsa

Ia menambahkan indikatornya bisa dilihat dari kondisi saat ini, masih banyak masyarakat yang hidupnya jauh dari keadilan dan kemakmuran. Justru yang terjadi malah sebaliknya, akhir-akhir ini perang saraf terjadi begitu masif di dunia maya, bahkan antar teman, saudara saling menjatuhkan karena berbeda pilihan dan pandangan.

Mukhtar menekankan, "untuk itu, mari kita maknai kemerdekaan ini dengan selalu berusaha keras untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran secara bersama-sama mulai dari hal-hal kecil yang ada di sekitar kita, kita ambil semangat perjuangan yang dicontohkan oleh para pendahhulu kita untuk meningkkatkan kesejahteraan dan persatuan Indonesia", tambahnya.


This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement