26 Mei 2020

author photo
pandemic

Sumber: Youtube BNPB

Dilansir dari kanal youtube BNPB, Tim gugus tugas menjelaskan ada beberapa gambaran indikator kesehatan untuk menentukan kesiapan daerah dalam melakukan kegiatan aktifitas social ekonomi berikutnya di tengah pandemic. Hal itu disampaikan secara Live melalui siaran TV Pool dan Radio Pool, pada Selasa (26/5/2020). Bertempat di Kantor Graha BNPB, Wiku Adi Sasmito, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menjelaskan Indikator kesehatan berbasis data.

“Jadi Dalam menentukan suatu keadaan suatu daerah, kita perlu mengetahui tentang kondisinya, dan seperti rekomendasi dari WHO setiap negara perlu menentukan sebuah indicator kesehatan masyarakat u menentukan apakah setiap daerah siap untuk melakukan kegiatan aktifitas social ekonomi berikutnya”, kata Adi Sasmito.

Menurutnya, Indikator tersebut diantaranya ada 3 gambaran, yaitu Gambaran epidemologi, Surveilans kesehatan masayarakat, Pelayanan kesehatan.

“ Jadi indikator ini berlaku untuk semua daerah tetapi setiap daerah gambarannya berbeda beda”, jelasnya.

Untuk diketahui, penjelasan dari tiga gambaran indikator, diantaranya:
Pertama, Gambaran epidemologi :Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu sejak puncak terakhir sebesar lima puluh persen, penurunan jumlah kasus probable selama dua minggu sejak puncak terakhir sebesar 50 persen, penurunan jumlah kasus meninggal dari kasus positif, penurunan jumlah kasus meninggal dari kasus probable, penurunan jumlah kasus probable yang dirawat di Rumah Sakit, kenaikan jumlah sembuh dari kasusu positif, kenaikan jumlah kasus selesai pemantauan dari probable (ODP+PDP).

Kedua, Surveilans kesehatan masayarakat: Jumlah pemeriksaan spsesimen meningkat selama dua minggu, positivity rate lebiah dari 5 persen (dari seluruh sampel yang positif hanya 5 persen, penurunan mobilitas penduduk, pelaksanaan contact tracing dari setiap kasus positif

Ketiga, Pelayanan kesehatan: Ketersediaan ruang isolasi/tempat tidur untuk setiao kasus baru di Rumah Sakit, jumlah APD terpenuhi untuk setiap tenaga kesehatan di Rumah Sakit, ketersediaan/kecukupan ventilator di Rumah Sakit untuk menangani kasus Covid-19 berat (asumsi 1 persen kasus positif).***mctr


This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement