21 Mei 2020

author photo
Terasbangsa.com-Menindaklanjuti himbauan dan kebijakan Pemerintah Pusat tentang aturan peribadatan di tengah covid-19, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kutim, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dewan Masjid, dan Tim Gugus Tugas Covid-19 mengadakan rapat terbatas, pada Rabu (20/5/2020).

Bertempat di ruang Arau, Kantor Bupati Kutim, keputusan rapat menyepakati pelaksanaan shalat Idul Fitri 1441 H tidak boleh dilaksanakan di Masjid maupun lapangan terbuka. Selain itu, dalam rapat tesebut disepakati juga bahwa masyarakat dilarang melaksanakan takbir keliling.

“Maka untuk itu, shalat idul fitri 1441 H diadakan dirumah saja atau tidak berjamaah di Masjid atau lapangan,” kata Ismunandar .

Baca Juga: Kemenag: Lebaran Jangan Terima Tamu dan Sholat Ied Di Rumah

Ia juga berharap agar masyarakat tidak melaksanakan halal bihalal. Sebab di khawatirkan dapat mengundang kerumunan orang, tamabahnya.

Untuk diketahui pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk beribadah di rumah masing-masing berdasarkan hasil keputusan rapat terbatas Presiden RI pada Selasa (19/5/2020. Selian itu juga mengacu pada Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang PSBB. ***mctr

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement